Tim Pendamping Profesional (TPP) Kemendes PDT Kabupaten Nias menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Desa wisata Bozihona, Kecamatan Idanogawo, Kabupaten Nias, pada Selasa (18/11/2025).
Tim Pendamping Profesional (TPP) Kemendes PDT Kabupaten Nias menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Desa wisata Bozihona, Kecamatan Idanogawo, Kabupaten Nias, pada Selasa (18/11/2025). Kegiatan ini menjadi ajang penting untuk memperkuat sinergi antar pendamping desa, serta membahas evaluasi pelaksanaan kegiatan tahun 2025 dari laporan ekspose Koordinator Kecamatan/PD masing masing Kecamatan serta strategi pelaksanaan program dan optimalisasi Dana Desa Tahun 2026.
Rakor ini turut dihadiri oleh Korkab TAPM Kabupaten Nias Putra Jul K. Ndruru beserta seluruh Koordinator Kecamatan, PD dan PLD se Kabupaten Nias.
Dalam arahannya, Putra Ndruru menekankan pentingnya sinergi dan koordinasi antar pendamping untuk memastikan program-program pemberdayaan masyarakat desa berjalan efektif.
Adapun hasil Rapat Koordinasi TPP Kabupaten Nias Al :
• Validasi Data Penyaluran: Data penyaluranDana Desa Tahap 2 2025 belum
selalu sesuai dengan data Dinas SPMDP2A Kabupaten Nias. Validasi lapangan
diperlukan untuk mengurangi bias dan memastikan kecocokan data.
• Dana Non-Earmark: Keterlambatan penyaluran dana non-earmark ke rekening
desa disebabkan oleh transisi kepemimpinan di Kementerian Keuangan atau
kendala pada aplikasi OMSPAN.
• Evkin TPP: Evaluasi Kinerja (Evkin) TPP akan diselesaikan dalam waktu dekat
sesuai dengan Kepmen Desa No. 294/2025. Seluruh TPP diharapkan untuk
menjaga performa terbaik hingga akhir tahun 2025.
• Pelaporan Ketahanan Pangan: PIC ketahanan pangan di setiap kecamatan
diminta untuk menambahkan kolom "tonase hasil panen" dan "harga jual
komoditas" dalam laporan.
• Aplikasi MONEVDD & BNBA: Aplikasi MONEVDD dan BNBA sedang dalam
perbaikan di Kemendes. Sementara itu, TPP diharapkan menyiapkan data
manual yang valid untuk memudahkan proses input data saat aplikasi sudah
siap digunakan.
• BPJS TPP: Setoran BPJS masih dilakukan secara manual melalui PIC BPJS.
Pendebetan otomatis melalui Bank Mandiri belum dapat dilakukan karena
beberapa kabupaten belum mengirimkan data ke provinsi.
Komentar
Posting Komentar